Jahe untuk Menangkal Omicron. Beneran atau Mitos, nih?

Post a Comment

Omicron sedang menggila, nih. Makin banyak aja postingan status media sosial tentang teman yang positif. Huhuhu. Rasanya antara sedih, prihatin dan cemas. Lalu, ada pula video viral tentang bubuk jahe yang bisa menangkal Omicron. Ini beneran atau mitos hayo....

bubuk jahe yang bisa menangkal Omicron


Kapan hari saya melihat di beranda medsos tentang khasiat bubuk jahe sebagai penangkal virus Corona yang sudah bermutasi menjadi Omicron. Katanya, menghirup bubuk jahe bisa mematikan virus yang sudah masuk ke dalam hidung. 

Dalam video itu dipaparkan tentang teknik menyembuhkan infeksi varian baru Covid-19 yang menyebar menjelang tahun baru lalu. Yah, gimana lagi, pasca tahun baru, lagi-lagi terjadi kenaikan jumlah pasien positif.  

Dalam video tersebut, ada sesebapak yang mengklaim dirinya sebagai dokter spesialis paru-paru. Untuk membenarkan teorinya bahwa bubuk jahe memiliki sifat basa dan pH yang tinggi.  Kandungan tersebut dapat membunuh Covid-19 yang menyebar melalui lubang hidung, selaput lendir, tenggorokan bahkan paru-paru. Masyarakat diajak untuk menghirup bubuk jahe sebagai penangkal Covid-19. 

Masalahnya adalah, tak ada bukti ilmiah atau hasil penelitian yang mendukung teorinya. Jahe memang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi virus Covid-19, namun menyembuhkan Omicron dengan menghirup bubuk jahe bisa dimasukkan ke dalam mitos. Oh lebih tepatnya hoax, ya. 


Rupanya sudah ada jawaban dari The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. Mengonsumsi jahe, memakan akar jahe, menghirup jahe, maupun menambahkan bubuk jahe ke dalam makanan, tidak menghentikan infeksi virus Covid-19. Virus yang sudah masuk ke dalam sel akan melakukan replikasi, kemudian memasuki sel baru dan membuat replika lagi. Begitu seterusnya. Jahe tak bisa menghentikan proses itu. 

Mengonsumsi jahe memang memberikan banyak manfaat namun tak dapat mencegah virus Covid-19. 


Jangan resah atau kecewa dulu. Jahe punya manfaat sebagai anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Jahe juga dapat membantu mencegah berbagai jenis mual, termasuk mual terkait kemoterapi, mual setelah operasi, dan mual di pagi hari. Selain itu, mengkonsumsi jahe dapat membantu melawan flu dan pilek, menurunkan berat badan, menurunkan gula darah, serta menurunkan kadar kolesterol.

Jadi, tetap konsumsi jahe, ya.


Related Posts

Post a Comment