Sambiloto untuk Obat Covid? Ini Buktinya

Post a Comment

Tahun lalu saya membaca kesaksian warganet tentang manfaat sambiloto bagi pasien positif Covid. Kini Omicron merajalela dan sambiloto kembali naik daun. Pasalnya sudah teruji klinis, bahwa ekstrak sambiloto dapat dipakai sebagai obat Covid-19 bagi pasien dengan gejala ringan di Thailand.

sambiloto untuk omicron


Ini kabar yang sangat santer dan beberapa hari ini viral. Disebut di berbagai media mainstream seperti Detik, Liputan 6, Bisnis, Kontan dan puluhan lainnya. Wah, ini cukup menohok ya karena meniran merupakan herbal asli Indonesia.

Sambiloto sudah telah lama diketahui memiliki khasiat sebagai imunomodulator (stimulasi imun sekaligus antiradang) dan antivirus. Dan memang dijadikan kapsul herbal skala pabrik besar. Pabrikasi sambiloto membuat kita lebih mudah mengkonsumsinya. Kita itu maksudnya yang enggan mencari sendiri di alam, di antara semak rumah tetangga yang tak terurus....

Ekstrak sambiloto atau Andrographis paniculata sekarang telah digunakan sebagai terapi komplementer untuk pasien Covid-19 gejala ringan di lima rumah sakit milik pemerintah di Thailand. Begitu kabar yang Dewa Alam baca pagi ini. Nah ayo, Indonesia segera ikut bergerak....

sambiloto untuk covid


Apalagi, pemerintah Thailand setuju dengan penggunaan ekstrak sambiloto dengan alasan dapat menurunkan tingkat keparahan wabah (Covid-19) serta memotong biaya pengobatan. Lebih irit karena tersedia banyak di alam, pabrikasinya juga mudah. 

Itu kutipan dari pernyataan Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia. Masih menurutnya, hasil-hasil penelitian praklinis dari sambiloto sejalan dengan uji klinis khasiat dan keamanannya yang telah dilakukan terhadap pasien Covid-19 gejala ringan tersebut. Uji klinis yang merupakan penelitian awal di Thailand disebutnya memberi bukti kalau sambiloto aman dikonsumsi dan efektif memperbaiki kondisi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui uji PCR.

Berdasarkan hasil studi klinis dari rumah sakit di Thailan tersebut menyatakan bahwa perbaikan terjadi dalam 3 hari intervensi tanpa efek samping jika sambiloto dikonsumsi pasien dalam 72 jam setelah timbul gejala. 

Menurut uji di laboratorium juga menunjukkan bahwa senyawa aktif sambiloto terutama andrographolidae dapat berikatan dengan protein SARS-CoV-2. Melalui serangkaian mekanisme, senyawa mampu menghambat replikasi virus itu dan mengurangi dampak peradangan. 

Sambiloto dapat dikonsumsi mulai dari usia 12 tahun ke atas. Bisa jadi solusi bagi anak-anak yang terkena Covid termasuk juga dapat disiapkan untuk melawan Omicron yang mulai merajalela. 

Perlu diperhatikan benar bahwa ibu hamil dan menyusui maupun pasien dengan autoimun sebaiknya tidak mengkonsumsi sambiloto sebelum ada uji klinis terbaru. 

Sobat Dewa Alam yang mengkonsumsi obat penurun gula darah dan/atau tekanan darah sebaiknya tidak mengkonsumsi sambiloto karena sifatnya sebagai penurun gula dan tekanan darah. 

Related Posts

Post a Comment